Tuhan itu sebagaimana prasangka hambanya


Aku, kamu, dia, mereka, kita pasti punya harapan. Entah itu harapan kepada manusia, kepada sesuatu atau yang terbaik berharap pada Tuhan. Salahkah berharap? Tidak. Selama kamu siap menghadapi fase saat harapan tidak menjadi nyata, kamu sangat pantas untuk berharap. Bukankah hidup juga adalah pengharapan atas Ridha Tuhan?

Setelah berharap, yang kerap terjadi jika tidak sesuai harapan adalah kecewa. Padahal kita tau hasil tidak akan menghianati usaha. kecewa parah itu biasanya karena kita menaruh harapan lebih daripada kita berharap hanya kepada Tuhan. Bayangin, kamu pengen sesuatu yang baik terjadi padamu, tapi nyatanya kabar buruk menghampirimu. Kecewa? Pasti. Apa hidup berhenti sampai disitu? Tidak. Sekecewa apapun hatimu, kamu akan tetap punya pilihan untuk mengikhlaskan atau meratapi kembali yang disebut dengan hari esok. When you're so dissapointed but you know Allah has a better plan for you! Keep calm, guys!

Tuhan itu sesuai prasangka hambanya. Mungkin kalian bertanya, "aku kan selama ini berbaik sangka kalo aku akan dapet hal itu. Tapi toh ternyata Tuhan belum mengizinkan? Katanya sesuai prasangka?". Begini, kamu manusia biasa sementara hidup kamu di tangan Tuhan, sanggupkah kamu menentang yang Tuhan rancang untukmu? Apakah bisa menjamin setelah mendapatkan hal yang kamu harapkan, kamu akan bahagia? Itukah yang terbaik? Tidakkah kamu pernah mendengar ada sesuatu yang indah setelah kekecewaan? Kembali kepada keyakinan kamu.

Mungkin kalian bertanya kenapa aku menulis ini, benar sekali aku sedang kecewa. Apakah karna aku berharap lebih selain kepada Tuhan? Tidak. Rasa kecewa itu wajar manusiawi. Yang dikatakan tidak wajar adalah jika aku menyerah pada kekecewaan dan berpikir tidak ada gunanya untuk terus melangkah. Aku sedang kecewa atas pengharapanku, tapi aku masih punya pilihan dan aku memilih mengikhlaskan. Mengikhlaskan karna hatiku berhak untuk kedamaian setelahnya. Jadikan kekecewaan kamu untuk menjadi lebih baik, mungkin Tuhan jadikan kamu kecewa karena Tuhan rindu keluh kesahmu atau bahkan Tuhan mau kamu jadi lebih baik dengan intropeksi diri. Masalah itu dateng, biasanya karna dosa kita dimasa lalu. Coba inget-inget, hak siapa yang kamu rampas, hati siapa yang kamu dzolimi, atau kecurangan apa yang telah kamu lakukan. Ini worth banget untuk intropeksi diri.

Hidup ini kalo lurus-lurus aja tanpa rintangan, rasanya hampa. Kamu ga bakal bisa tau putih jika tidak ada hitam. Kamu ga bakal mengerti bahagia jika tidak ada sedih. Begitu pula kamu akan paham arti ikhlas jika pernah kecewa. Berdamailah dengan kegagalan, kejar ketertinggalan, kamu lebih dari apa yang kamu pikirkan. Lampaui dirimu!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Saatnya

Diam