Postingan

Langkah

Bukanlah hal yang mudah untuk memberontak, terlebih lagi untuk orang yang selalu memikirkan perasaan orang lain. Memendam apa yang dirasa adalah jalan pintas untuk menenangkan diri sendiri, ya sekaligus membunuh perasaan perlahan. Beberapa orang menunggu muak untuk bisa lebih mudah melangkah. Sepengalamanku, pergi tanpa aba-aba jauh lebih mudah daripada mengatakan satu-dua kata perpisahan, karna yang tejadi biasanya kita tidak jadi pergi, atau bahkan kita berjanji akan kembali lagi.

Pahami ini baik-baik

Shout out to my friends.. Aku tidak peduli meski kau kriminal yang diumpat seluruh dunia, atau alien. Lantas mengapa? Aku masih berpikir bahwa kau baik. Jadi, tetaplah menunjukkan apa adanya dirimu padaku.

Tuan dan puan

Gambar
Tuan tidak suka mempertahankan. Begitu pula Puan tidak suka menahan yang ingin pergi. Jangan seperti ini. Tuan dan Puan tidak akan pernah bisa bersama dalam waktu yang lama. Tuan dan Puan hanya perlu 'saling'. Saling mempertahankan dan saling tidak ingin pergi. Itu saja.

Diam

Bahkan pada beberapa diam saja, orang lain bisa merasa terluka atas itu. Bayangkan, kita hanya diam, tapi orang lain merasa terluka.  Diam saja bisa membuat kita terlihat jahat. Apalagi bicara, yang jauh lebih terasa. Nada bicaranya, kalimatnya, bahkan tertuju pada siapa. Yang kadang tidak kita jelaskan kepada siapa bicara kita, tapi beberapa orang bisa merasa bahwa itu ditujukan untuk mereka.  Itulah kenapa kehati-hatian atas segala hal jauh lebih penting, bahkan pada diam sekalipun.

Makna sabar

Gambar
Betapa indahnya rencana Tuhan untuk hambaNya yang bersabar. Masing-masing kita pasti merasa pernah melampaui batas kesabaran. Iyakan? Aku mengerti betapa susahnya melampaui itu semua. Melawan ego yang selalu menuntut, meredam amarah yang meledak-ledak, menahan sesak isak tangis, merawat luka yang menganga hingga jatuh terpuruk lalu bangkit merdeka. Rasanya? Sangat lelah hampir menyerah. Bisa saja detik itu juga aku menyerah pada keadaan, membiarkan ego menguasai diriku hingga kekalahan mengejekku. Tetapi aku gengsi, hatiku pasti bisa lebih kuat lagi. Saat itu yang aku tau Tuhan sedang menguji. Aku tak ingin kalah dengan diri sendiri, aku ingin tau hasil akhir dari ujian ini. Kesabaran tak melulu tentang bagaimana kau diam ketika dicaci, pun tidak selalu tentang bagaimana kau tidak membalas kebencian padahal kau sebenarnya mampu membalas. Sebenar-benarnya kesabaran yang aku lewati adalah ketika aku mampu merawat kekecewaan sendiri, kekecewaan kedua orang tua ku yang sangat ku kasih...

Saatnya

Gambar
terlalu banyak yang harus dimengerti hingga kita memilih untuk tidak mengerti ingin tau pun tidak kita diam membiarkan semuanya menunggu akhir terserah apa yang digariskan kita pasrah terlalu lelah untuk dipikirkan kita memilih acuh menjadi asing meski masih saling kita lari menjauh dari segala resah tidak peduli apa yang salah kita tau kita hanya lelah seakan inilah waktu menyerah kamu marah aku pasrah kamu lelah aku menyerah tiba saatnya kita akhiri semua hapus semua harapan jua asa tidak ada lagi kita biar malam ini kita tak jumpa biar kita saling lupa mereka tertawa kita terluka

Tuhan itu sebagaimana prasangka hambanya

Gambar
Aku, kamu, dia, mereka, kita pasti punya harapan. Entah itu harapan kepada manusia, kepada sesuatu atau yang terbaik berharap pada Tuhan. Salahkah berharap? Tidak. Selama kamu siap menghadapi fase saat harapan tidak menjadi nyata, kamu sangat pantas untuk berharap. Bukankah hidup juga adalah pengharapan atas Ridha Tuhan? Setelah berharap, yang kerap terjadi jika tidak sesuai harapan adalah kecewa. Padahal kita tau hasil tidak akan menghianati usaha. kecewa parah itu biasanya karena kita menaruh harapan lebih daripada kita berharap hanya kepada Tuhan. Bayangin, kamu pengen sesuatu yang baik terjadi padamu, tapi nyatanya kabar buruk menghampirimu. Kecewa? Pasti. Apa hidup berhenti sampai disitu? Tidak. Sekecewa apapun hatimu, kamu akan tetap punya pilihan untuk mengikhlaskan atau meratapi kembali yang disebut dengan hari esok. When you're so dissapointed but you know Allah has a better plan for you! Keep calm, guys! Tuhan itu sesuai prasangka hambanya. Mungkin kalian bertany...